|
Qualcomm menilai pasar telekomunikasi masih potensial bagi operator CDMA. Hal ini dapat diperoleh dari sejumlah layanan seperti suara dan data. “Pangsa pasar suara masih besar, “ kata Harry K. Nugraha, senior director & country manager Qualcomm Indonesia kepada wartawan pada Senin (30/6) kemarin.
Layanan data masih menggiurkan lantaran pelanggan internet masih rendah di Indonesia. Hal itu terlihat dari 27 juta pengguna internet diprediksi hanya 10% yang berlangganan. “Pasar layanan internet masih terbuka, “ jelasnya.
Menyoal keberhasilan layanan 3G, ujar Harry, akan mendorong layanan EVDO. Artinya, jika bisnis 3G telah sukses, maka EVDO akan mengalami hal serupa. “Namun yang belum digarap konten, “ tuturnya.
Pasar layanan telekomunikasi CDMA akan tumbuh ditunjang penyediaan ponsel dengan sistem terbuka. Artinya, ponsel itu dapat digunakan semua operator. “Di Indonesia dapat dilakukan open market tidak seperti di AS, “ tukasnya.
Sementara itu Harry menyoroti layanan yang diberikan operator telekomunikasi bagi pelanggan prabayar dan pascabayar. Kedua pelanggan itu hampir tidak mempunyai perbedaan dalam menikmati layanan dari operator. “Pelanggan prabayar dan pascabayar sama dalam memperoleh layanan, “ ujarnya. |